Monday, July 22, 2019

Makalah Pengembangan Organisasi


BAB I
PENDAHULUAN
                                                                             
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
              Pengembangan organisasi yaitu suatu perubahan dimana untuk mencapai tujuan – tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Dalam pengembangan organisasi tersebut banyak terdapat pendekatan – pendekatan yang bisa mengubah suatu organisasi yang kurang baik, kepada yang yang menguntungkan.Maksudnya, perubahan yang nantinya bisa digunakan untuk mencapai target suatu organisasi tersebut.Tetapi ada yang membedakan keduanya pada pendekatan yang umumnya memfokuskan pada bagian kecil dari sebuah system, seperti system informasi atau bagian konsultasi pegawai.
              Pendekatan – pendekatan yang ada dalam pengembangan organisasi ini, bertujuan untuk membuat suatu perubahan baik dalam struktur, teknologinya, maupun dari pada individu itu sendiri.Adanya usaha perbaikan dalam sudut prestasi organisasi, yang melalui perumusan secara jelas dan hati – hati dalam hal bertanggung jawab. Makanya pendekatan yang baik, yang didasari dengan pemikiran bahwa aliran kerja yang tepat, akan menyebabkan perbaikan dalam produktifitas secara lansung dan cenderung memperbaiki semangat dalam bekerja.

B.   RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Pengertian Pengembangan Organisasi?
2.      Apa saja pendekatan dalam PO?
3.      Pendekatan apa saja yang sering mengalami dilemma?
4.      Pendekatan Organisasi lainnya?




BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian
1.     Pengertian Pengembangan Organisasi
              Pengembangan Organisasi(PO) merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi. PO ini, merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi.PO lebih menekankan pada sistem sebagai sasaran perubahan.PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan.Pengembangan organisasi mengukur prestasi suatu organisasi dari segi efisiensi, efektifitas dan kesehatan.
              Efisien dapat diukur dengan perbandingan antara masukan dan keluaran, yang mengacu pada konsep Minimaks (Masukan minimum dan keluaran maksimum).Efektifitas adalah suatu tingkat prestasi organisasi dalam mencapai tujuannya, artinya kesejahteraan tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.Kesehatan organisasi adalah suatu fungsi dari sifat dan mutu hubungan antara para individu dan organisasi yaitu hubungan yang dinamis dan adaptabilitas.
              Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut. Menurut Cumming (1989), mengatakan bahwa konsep di dalam pengembangan organisasi itu pada dasarnya merupakan factor yang membedakan pengembangan organisasi dengan pendekatan lain dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja organisasi.Dalam pengembangan organisasi itu juga, banyak terdapatnya perubahan – perubahan yang terjadi pada lingkungan, namun pada umumnya, menuntut perubahan lebih pada organisasional, dan organisasi-organisasi bisa melakukan lebih banyak perubahan ataupun lebih sedikit. Organisasi-organisasi bisa merubah tujuan dan strategi-strategi, teknologi, desain pekerjaan, struktur, proses-proses, dan orang. Perubahan-perubahan pada orang senantiasa mendampingi perubahan-perubahan pada faktor-faktor yang lain.
B.   Pendekatan Dalam Pengembangan Organisasi
              Berbagai pendekatan - pendekatan dalam pengembangan organisasi dapat dilakukan,  bila manajemen merencanakan suatu perubahan, maka harus memutuskan unsur – unsur apa dalam organisasi akan diubah. Menurut Harold J. Leavitt, menyatakan bahwa dalam pengembangan organisasi tersebut, ada beberapa pendekatan yang dapat diubah organisasi itu melalui :

1.      Pendekatan Struktur
  Sasaran utama pendekatan struktur ini, adalah tertatanya struktur dan system hubungan dalam organisasi tersebut dengan baik.Pengembangan struktur organisasi menyangkut modifikasi dan pengaturan system internal, seperti acuan kerja, ukuran dan komposisi kelompok kerja, system komunikasi, hubungan – hubungan tanggung jawab atau wewenang. Pendekatan struktural dibagi menjadi tiga kelompok diantaranya yaitu :

1.)    Melalui aplikasi prinsip – prinsip perancangan organisasi klasik. Pendekatan ini berusaha untuk memperbaiki penciptaan pembagian kerja yang tepatdari tanggung jawab jabatan para anggota organisasi, pengubahan rentang manajemen, deskripsi jabatan dan sebagainya.

2.)    Desentralisasi, hal ini didasarkan pada penciptaan satuan – satuan organisasi yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri dan memutuskan perhatian pada kegiatan yang berorientasi tinggi. Hasilnya perbaikan hasil kerja.


3.)    Modifikasi aliran kerja dalam organisasi, pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa aliran kerja dan pengelompokan keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara lansung dan cenderung memperbaiki semangat kepuasan kerja.
2.   Pendekatan Teknologi
  Pendekatan teknologis adalah salah satu pendekatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.Yang mana semua pendekatan yang ada dalam pengembangan organisasi tersebut saling membantu dan saling melengkapi kekurangan masing – masing yang sekiranya tidak bisa dicapai oleh masing – masing pendekatan tersebut.

  Dalam hal memperbaiki prestasi, F.W. Taylor dan pengikutnya mencoba menganalisa dan memperbaiki interaksi – interaksi pada karyawan dan mesin – mesin untuk meningkatkan efisiensi sehubungan dengan perubahan teknologi.Adakalanya perubahan yang dilakukan ternyata sering tidak cocok dengan struktur organisasi.Hal ini dapat menciptakan ketidaksenangan dan pemutusan hubungan diantara para anggota organisasi.Akibatnya terjadi penurunan produktifitas, lebih banyak kecelakaan dan tingkat perputaran karyawan yang tinggi.

  Penggabungan pendekatan struktur dan pendekatan teknologi, bermaksud memperbaiki prestasi melalui perubahan berbagai aspek.Baik struktur organisasinya maupun teknologinya.Contohnya, pengenalan teknologi baru yang diikuti pengorganisasian kembali bagian – bagian menjadi kelompok – kelompok lebih kecil.Contoh lainnya yaitu perluasan jabatan dan pengembangan jabatan. Dengan program ini, tugas – tugas yang membuat suatu jabatan, cara – cara berbagai tugas dilaksanakan, dan hubungan – hubungan karyawan diubah diubah untuk memperbaiki kepuasan karyawan dan barang kali meningkatkan produktifitas.

3.      Pendekatan Orang Atau Individu
  Pendekatan orang bermaksud untuk mengubah secara lansung perilaku karyawan melalui pemusatan pada keterampilan sikap, persepsi dan pengharapan mereka, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan efektif.Keterampilan ini dapat mendorong para karyawan untuk memprakarsai perubahan dalam struktur teknologi organisasi, yang mengarah pada perbaikan prestasi organisasi.Usaha – usaha ini dapat diarahkan kepada perseorangan, kelompok atau organisasi sebagai keseluruhan.Teknik yang sering digunakan adalah pengembangan organisasi.
4.      Pendekatan Grip OD
  Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.Third- party peacemaking, dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.A.... Pendekatan – Pendekatan Organisasi Lainnya

Adapun pendekatan organisasi lainnya yaitu ;
1.           Pendekatan Pencapaian Tujuan
  Dimana pendekatan ini mengasumsi bahwa organisasi adalah kesatuan yang dibuat dengan sengaja, rencana, dan mencari tujuan.

2.           Pendekatan system (system approach)
    Pendekatan system terhadap pendekatan organisasi mengimplikasikan bahwa organisasi terdiri dari sub-sub bagian yang saling berhubungan. Jika salah satu sub bagian ini mempunyai performa yang buruk, maka akan timbul dampak yang negative terhadap performa keseluruhan system. Kekurangan yang paling menonjol dari pendekatan system adalah hubungannya dengan pengukuran dan masalah apakah cara-cara itu memang benar-benar penting.

3.           Pendekatan stakeholders
  Yaitu dimana dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik itu laba atau investasi, pertumbuhan penghasilan.Pelanggan adalah kepuasan terhadap harga kualitas pelayanan.




C.   Pendekan Yang Mengalami Dilema
              Ada juga pendekatan dalam pengembangan organisasi yang sering kali mengalami dilema, yaitu pendekatan kontinjensi atau normatif.
1.      Pendekatan Kontinjensi
  Pendekatan kontinjensi menekankan bahwa kegiatan konsultan dalam po hanyalah memberikan fasilitas terhadap perubahan dan perbaikan organisasi.Pendekatan ini sering kali menganjurkan bahwa klienlah yang harus menentukan arah dan tujuan perbaikan.Sedangkan konsultan hanya membantu mereka untuk mencapai ke tujuan tersebut. Menurut kepercayaan aliran ini, tidak ada cara terbaik untuk memperbaiki organisasi, menyusun organisasi, memimpin orang – orang, dan merancang perbaikan gaji. Semuanya ditentukan oleh banyak factor antara lain ; lingkungan, sifat dan hakikat bahkan filsafah kerja yang dilakukan, tipe organisasi dan pelayanannya, dan lain sebagainya.

2.      Pendekatan Normatif
  Pendekatan normatif menekankan bahwa walaupun kolsutan po memberikan fasilitas atau membantu klien, akan tetapi konsultan harus menentukan atau memberikan rekomendasi dan mengarahkan klien. Konsultanlah yang mengetahui normanya yang patut untuk memperbaiki persoalan organisasinya.Karena itu konsultan harus bersikap memberikan arahan, rekomendasi dan resep perbaikan.Walaupun kedua pendekatan po ini dilema bagi konsultan, namun tampaknya konsultan lebih menyukai pendekatan kontinjensi.Karena orang dalam organisasi sudah banyak yang mendapatkan didikan tingkat perguruan tinggi, sehingga kemandirian dalam bekerja sudah terbiasa.







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
        Bahwa dapat kita tarik sebuah kesimpulan, pendekatan – pendekatan dalam pengembangan organisasi itu, ada yang berguna dan ada juga sulit untuk diambil manfaatnya.Karena tidak semua dalam pendekatan – pendekatan itu, bisa membawa perubahan bagi suatu organisasi. Baik dalam proses perencanaan maupun pada tahap – tahap lainnya. Maka untuk tercapainya suatu tujuan itu dengan baik dan terlaksana, harus adanya suatu perubahan yang mendasarinya, baik itu dari segi strukturnya, teknologinya, sistemnya, tujuannya, maupun dari pihak orang atau individu itu sendiri.

B.     Saran
        Jika ingin suatu perubahan atau ingin terlaksananya tujuan dengan baik, harus adanya kesadaran, strategi yang baik, perencanaan yang matang, dan harus adanya saling kepercayaan dengan sesama.Barulah nantinya perubahan bisa dilakukan oleh sebuah organisasi.












DAFTAR PUSTAKA

Thoha, Miftah.(2002). Pembinaan Organisasi.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Soetopo, Hendyat. (2010). Perilaku Organisasi.Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Prof. Dr. Manahan P, Tampubolon, M.M. (2008). Perilaku Keorganisasian. Bogor : Ghalia Indonesia.

Cumming, G. T. dan Huse, E. F. (1998).Organization Development and Change. West Publishing Company, USA.

No comments:

Post a Comment